Selasa, 13 Juli 2021

Sejarah Sistem Kelola Istana Negara dari masa ke Masa

A. Berdirinya Gedung Sasana Cakrawati. 

Sejarah pembangunan Istana Negara perlu ditelusuri. Sebagai sarana pendidikan karakter di kalangan generasi muda. 

Istana Negara yang bernama gedung Sasana Cakrawati itu sebelum tahun 1945 dikelola oleh Karaton Surakarta Hadiningrat. Dalam sejarahnya Karaton Surakarta mengelola sejak tahun 1745 - 1945. Kini gedung itu menjadi pusat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Istana Negara tempat kantor Presiden Indonesia ini dibangun oleh Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati. Dulu bernama gedung Sasana Cakrawati. Dibangun pada tanggal 25 Mei 1607. Kerajaan Mataram masih beribukota di Kota Gedhe. Lantas pindah ke Kerta, Plered, Kartasura dan Surakarta 

Wilujengan Sastra Hadi kali Opak Prambanan

 

A. Tata Cara Wilujengan.

Wilujengan merupakan bentuk tata cara Jawa yang bertujuan untuk memperoleh kesehatan ketentraman dan Keselamatan. Kata wilujeng bermakna selamat.

Pada hari Rabu Wage, 7 Juli 2021 jam 12 dilakukan tata cara. Berupa wilujengan yang diselenggarakan oleh Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA. Bertempat di Kali Opak Prambanan. Tepat sebelah barat candi. Yaitu pelataran gedung tari ramayana.

Atas inisiatif para penghayat, sepakat untuk dibacakan kidung tolak balak. Terkait dengan pandemi corona yang melanda dunia. Wabah Covid 19 perlu segera diatasi. Pendekatan bisa melalui aspek medis, sosiologis, filosofis dan historis. Semua unsur digunakan secara bersamaan.

Rabu, 19 Mei 2021

EMBOK YATINEM [10] TUTUG MOMONG ANAK PUTU


1. Wulang Wuruk. 
Kridhaning ati tan kuwawa mbedhah kuthaning pasthi. Budi dayabe manungsa, ora bisa ngungkuli garising kawasa. 

Tiap kali pulang ke Nganjuk, Embok selalu bertanya siapa jodoh putri tunggalnya. 

“Piye, siapa bakal jodhone adikmu?”

Tentu saja ini pertanyaan yang amat menyulitkan buat saya. Sulit karena jodoh tak dapat dibeli di pasar. Tiap kali tak ada jawaban, Embok tampak kurang berkenan. Sehingga pertanyaan Embok tentang jodoh, merupakan pertanyaan yang bikin saya cemas.
Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya. 

Doa saya sekeluarga terkabul. Proses pertemuan antara Partini dengan calonnya sungguh sebuah tanda kekuasaan Allah. Dalam tempo yang singkat dan cepat, atas jasa perantara Bu Sayuri, keduanya sepakat untuk membangun rumah tangga. 

EMBOK YATINEM [9] NYAMBUNG SEDULURAN


1. Rembugan Tuwa. 
Rembugan tuwa berkaitan dengan perjodohan. Ini merupakan gawe besar. Tenaga dan pikiran dikerahkan. 

Memperluas jaringan keluarga. Dalam budaya Jawa ada semboyan. Ber bandha ber bandhu. Artinya seduluran itu memegang peran utama. Wejangan diperhatikan oleh Embok Yatinem dengan kesungguhan. 

Ngebun ebun enjing, njajawah sonten. Setelah saya lulus belajar, kawan kawan mulai menganjurkan untuk segera menikah.

 Dengan pertimbangan yang matang saya lantas memberanikan diri. Saya berdiskusi dengan semua kawan kawan dekat. Bagaimana baiknya saya serahkan sepenuhnya. Keputusan dari rembugan itu, saya diajak bersilaturahmi ke calon istri. Saya diantar 8 orang :

EMBOK YATINEM [8] PATUH PROTOKOL NGANGSU KAWRUH


1. Tata Cara Bebrayan. 
Urip bebrayan becike mawa tatanan. Begitulah wejangan Prabu Kresna pada Setyaki. Dialog ini jadi perhatian Embok Yatinem. 

Pada tanggal 14 Juli 1990, saya berangkat ke Yogyakarta dengan diantar oleh Embok. Saya tidak boleh bepergian sendiri, dengan alasan harus menghormati tuan rumah yang dituju. Dalam hal ini Embok sangat prosedural terhadap tertib seremonial. Sebisa-bisanya anak harus diserahkan secara langsung kepada ibu kos pemilik pondokan. 

“Sowan kula ing ngarsa panjenengan ngriki badhe pasrah si thole. Kula titip daging sakcuwil, darah saktetes. Kalau anak saya nakal dan rewel, silahkan dijewer saja.” 

Begitulah upacara serah terima yang dibungkus dengan basa basi krama inggil. 

EMBOK YATINEM [7] BERUSAHA LABUH LABET DENGAN PASUWITAN


1. Labuh Labet Marang Praja. 
Lagu Gugur Gunung kerap didengar oleh Embok Yatinem. Nasihat tembang ini menganjurkan agar berbakti pada nusa bangsa. 

Ayo kanca ayo kanca, 
Ngayahi pakaryan praja, 
Kono kene konk kene, 
Gotong royong nyambut gawe, 
Sayuk sayuk rukun, 
Bebarengan ro kancane, 
Lila lan legawa kanggo mulyane negara. 

Bagi masyarakat Jawa, pendapa kabupaten masih dianggap sakral. Mendapat undangan dari Kanjeng Ndoro Bupati merupakan kebanggaan karena tak semua orang bisa memperolehnya. Peparing dari bupati dianggap sebagai beja kemayangan, seperti ketiban wahyu keprabon. 

Lelagon Nganjuk Berseiman

Berseiman berseiman
Motto pamarintah Kabupaten Nganjuk
Apa ta tegese 
Apa ta maknane
Mengku kekarepan
Bersih sehat indah nyaman

Ber bersih lingkungane
Se sehat keluargane
Indah sesawangane
Tinata sarwa asri

Aman sajroning kutha
Sumrambah desa ngadesa
Yo kanca budi daya
Murih  suksese

Berseiman berseiman
Nganjuk berseiman

EMBOK YATINEM [6] MELANGKAH DENGAN BERAGAM GAGASAN


1. Lelakoning Ngaurip. 
Ajaran Begawan Abiyasa kepada Abimanyu dalam adegan pertapan diperhatikan oleh Embok Yatinem. Tumuju marang kamulyan ora alus dalane. Ibarat wong lelayaran ing samudra laya. Ombak lesus dadi pepalenge. 

Nanging sing temen bakal tinemu. Sing tekun antuk teken, wekasan katekan. Waton gembleng tekade, nyawiji pambudi dayane. 

Ada lakon Babad Wanamarta yang berisi kisah perjuangan. Cerita benar benar menjadi panduan hidup bagi Embok Yatinem dan Pak Ridjan. 

Selama tinggal di rumah Damar Kanginan, kehidupan Bapak dan Embok memang selalu susah. Segala jurus diterapkan, tetapi belum juga mengalami kemajuan.